Advertisement
Tuesday, 09 February 2010

Banyumas Arts Banyumas has various unique arts and cultural aspects. From the magical Ebeg Show which now still being the main cultural show to modernize one like ...Readmore


About This Place (Banyumas) The Region that we reveal is located in West side of Central Java, Indonesia and its a rich in culture and art but not yet explored. This cul ...Readmore


Goleti With New Face and Features Happy New Year 2009!! Finally after being a static website goleti.com has a new face and features eventough not as pretty as before in design. With ...Readmore


Mendoan Banyumas Mendoan menjadi makanan favorit ribuan orang terutama yang berasal dari daerah Banyumas dan sekitarnya. Saya sendiri salah satu penikmatnya apal ...Readmore

Berita Terkini

  • Ngangsu - Imam Maskur (Wordpress)

    Jamanku cilik, wong ulih banyu nggo adus, nggo nginum ora kaya siki sing nganggo pompa listrik sing latah diarani Sanyo. Gemiyen ngarah banyune sekang sumur cilik sing panggonane lewih dhuwur, istilahe ngeslang, soale nganggo sleng banyu. Sekang sumur mu disedot disit nang ngisore, nek wis mili terus disambung slang maning nganti tekan umahku. Lumayan adoh, kayane ana setengah kilo. Dadi banyune gari mili, dijorna bae nganti kimplah-kimplah luber. Paling angger ora mili gari di tiliki. Goleh niliki diurut kang ngisor, sapa ngerti ana sing pedhot apa pecah ketiban klapa utawa kayu. Nek mlebu mangsa ketiga, kudu sering di tiliki. Nek sumure banyune mudhun njur dijerokna maning slange. Nek sat ya dienteni isine maning ben bisa disedot. Tapi nek wis ketiga dawa ya sat temenan ora isi-isi. Nggolet banyune ya ngangsu, adus sisan nang pinggir sumur sing dadi panggonan adus umum.

  • Purwokerto City Park, Apik apa Ora Dadine?

    Winginane tahun baru jare kancaku sing teksih neng Purwokerto, anu kae sing jenenge mantan terminal lama jere arep digawe taman kot utawa City Park. Ngasi siki jere hurung rampung padahal nek dideleng deleng wong Purwokerto kuwe kayang mandan ngelak kepengin nduwe panggonan sing asik nggo jagongan karo keluarga. Nek nang Purbalinggahan tah ana macem macem, Owabong, Reptil, Taman Aquarium, trus jere ya Alun alune mandan enak nggo tongkrongan. Trus jere jere Purwokerto perkembangane kalah karo Purbalingga, padahal kotane lewih gede trus nduwe Universitas mbarang lan nduwe tapsiun kreta mbarang. Nyong ya dadi bertakon takon: mata tih?

      

     

  • Blackberry Life Style

    Barangkali ada pernah melihat beberapa warga purwokerto asyik dengan benda Handphone yang bentuknya unik mirip kalkulator, bisa dipastikan mereka sedang addict dengan handheld yang dinamakan Blackberry.

  • Pemkab Purbalingga Kembali Berulah

    Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali berulah. Pemkab seperti tak habis-habisnya menguji kesabaran para pecinta film yang tergabung dalam wadah Cinema Lovers Community (CLC). Kali ini, ulah dinas adalah terkait penyelenggaraan Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179. Sudah sejak even ini dihembuskan beberapa bulan silam, tanpa ada permintaan secara formal, dinas mengklaim akan memutar film-film pendek dari CLC

    Tidak hanya itu, waktu, tempat dan materi film apa yang hendak diputar pun telah ditentukan sendiri oleh pihak dinas dan publikasi pun telah tersebar kemana-mana. Hanya beberapa kali saja dinas meminta secara lisan soal keterlibatan CLC dalam even gelar budaya tersebut. Dan kami selalu menjawab dengan meminta surat resmi soal keterlibatan itu. Namun pihak dinas tak pernah menggubrisnya.

  • PUASA: BEDUG, MERCON LAN KOLEK MUNTHUL
    30a_bedug.jpg Mulaih dina kiye puasa maning. Sing jenenge puasa tuli ora mung ngelih karo ngelak tok nggane. Tapi akeh ngibadaeh. Sing marekna seneng tuli suasanane sing dame lan spesial pisan. Nek dong jamane nyong mbiyen neng ndesa tah akeh suara mercon pas dong mercon urung dilarang ndean. Ngasi pada niat pisan nggawe mercon dewek tuku bubuk mercon seprapat kilo digawe mercon loro tok sing gedene se kaleng susu lan sumbune se dadung. Pas disumed, whalah suwarane ngasi neng bagdad krungu.  Ana kancaku mbiyen sing nggawe mercon nganggo bongkot pring dadi kaya meriam, mesiune karbit karo lenga latung, jenenge mercon bumbung. Senajan akeh sedulur sedulur sing macule adoh sekang ndesa ya suasanane esih mandan kemutan ndean.
     
    F oto :kidemang.info (Jane arep tek isi gambar Kolek pisang karo muntul mbok pada pengin ngko puasane batal)
  • NGIMPI KEDHAYOHAN NDARA KANJENG BUPATI BRALING
    Dlepusane: Hari Widiyanto [harifurn [at]yahoo. co. id]
     
    Alun alun PbgInyong dudu wong Purbalingga, ningen nek ndeleng alun-alun Purbalingga kesirihan pisan. Magane, alun-alun sing siki semanger karo rame pisan, rikala tahun 1999 tesih kaya kuburan. Siki ora mung pas malem minggu thok gremyeke wong, presasat saben sore warga Purbalingga padha tumplek blek. Bakul jajanan karo wong sing padha teka meh padha akehe. Delepen, panganan sing dedol padha ora bobor. Kuwe mertandhakna daya beli warga Purbalingga pancen dhuwur.  
  • Debat di Unsoed
    Selalu ada dua sisi dalam semau hal. Tergantung di sisi mana kita yakin. Pernahkah terlintas di fikiran bahwa praktek pengobatan medis dengan supranatural biisa jadi ini merupakan hal yang baik bagi kita terbukti sudah banyak yang menikmati khasiatnya, tapi kalau dilihat dari sisi lain seharusnya kita melarang dengan alasan ini itu. Atau tentang kebijakan stimulus ekonomi Obama merupakan jalan keluar dari terpuruknya ekonomi amerika saat ini, atau malah menjadi blunder lain kebijakan ekonomi? Topik topik ini adalah beberapa contoh dari tema perdebatan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, dan mereka akan beradu argumen mendukung atau menolak tema yang diberikan membawa nama Fakultas masing masing. Dan mereka harus berbahasa inggris dalam melontarkan argumen mereka!  Jen, angel temen enggane ya. Tapi nek ndeleng tah mudeng.
     
     
  • Gunung Slamet: STATUS WASPADA!

     Oleh: Irawan

    utama_slamet.jpgMembaca email pagi ini sempat kaget oleh email dari teman di mailinglist yang mengabarakan bahwa beliaunya ditelfon dari beberapa keluarga tentang meningkatnya aktifitas gunung Slamet terutama di sisi Ajibarang dan sekitarnya. Gunung slamet yang terlihat indah dari belakang rumah saya sekarang mulai menampakkan aktifitasnya. Kadang memang terlintas di pikiran saya gunung berapi yang masih aktif ini pada suatu saat pasti akan melakukan aktifitas alamnya, tinggal menunggu waktu dan entah kapan. Foto di sebelah saya ambil sekitar satu tahun yang lalu, April 2008 di Kembaran, Banyumas.

     

    Dari mailinglist di cantumkan berita dari media-media utama yang tercantum di bawah ini:

  • Purwokerto Tambah Maju atau Semrawut?
    Oleh: Irawan
     
    purwokerto_kota_main_street.jpgMinggu lalu pas long weekend liburan ke Victoria sempat ketemuan teman yang sedang kuliah Master program dan mampir ke tempat tinggalnya beberapa jam. Gak taunya dimana dia tinggal ada teman yang berasal dari Gumelar yang juga sedang menyelesaikan program Master Degree-nya di Univ. of Melbourne, wah tanpa basa basi langsung ngomong ngapak ngapak lah. Beliaunya lebih tahu banyak tentang apa yang terjadi di Purwokerto karena memang bekerja di Kota Satria yang Indah ini. Ngapak ngapaknya ngalor ngidul tapi pas lagi ada temen lain yang gak ngerti basa Indonesia atau ngapak langsung deh beringgrwish ria. Tapi disini intinya bukan Melbourne atau program S2 yang sedang diambil teman teman saya. Melainkan perkembangan kota Purwokerto yang tambah semrawut ujar teman saya ini.
  • Kabupaten Banyumas: Peringkat Kedua di Jawa Tengah dalam Jumlah Kasus HIV dan AIDS

    Oleh: Yanti Susanti* 

    Dalam Laporan Kasus AIDS Depkes periode Oktober-Desember 2008 , Jawa Tengah menduduki peringkat 10 besar Propinsi di Indonesia dengan jumlah kasus AIDS sebanyak 530 kasus. 23,8% atau 126 dari jumlah tersebut ditemukan pada para pengguna Narkoba suntik (penasun). Peringkat 10 besar propinsi ini memang sudah cukup lama disandang Jawa Tengah.

    Bila kita perhatikan laporan Depkes tersebut lebih seksama, terlihat bahwa Kabupaten Banyumas ada di peringkat kedua setelah Kota Semarang dengan jumlah kasus AIDS masing-masing 64 dan 175 kasus.

    Mungkin Anda melihat jumlah 64 kasus itu sebagai jumlah yang tidak banyak, namun demikian jumlah tersebut boleh jadi jauh lebih sedikit dari jumlah kasus yang sebenarnya ada. Artinya masih banyak kasus yang belum terungkap atau terlaporkan. Bila kita bandingkan dengan laporan estimasi populasi dewasa rawan terinfeksi HIV tahun 2006 dari Depkes, di diperkirakan ada 400 ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) di Banyumas.

  • Kondisi AIDS di Jawa Tengah : Banyumas # 2!

    Oleh : Irawan

    Beberapa minggu yang lalu pas lagi nyantai weekend dirumah online di facebook karena kadang punya waktunya cuman sabtu munggu atau malam hari saja dan tidak bisa online di kantor, saya sempat berbincang tentang kondisi karesidenan Banyumas saat ini. Teman saya bilang selain kampanye kampanye gak karuan, ada berita bahwa Banyumas menempati peringkat kedua tentang kondisi HIV/AIDS sekarang ini. Kemudian beberapa hari yang lalu, dari teman yang bekerja di organisasi yang menangani masalah AIDS di indonesia membenarkan hal tersebut.

  • Membangun Banyumas Cybercity

     Oleh: Agus Suparno

    Sekarang masyarakat sudah semakin paham, bahwa keamanan data menjadi sangat begitu penting, terlebih data-data diinternet yang mereka gunakan berhubungan dengan nilai uang. Mereka akan sangat berhati-hati sekali. Akses perbankan yang meluncurkan program internet banking, kegiatan multi level marketing cyber, e-commerce dan lain-lain. Contoh kontent tersebut adalah kontent internet yang membutuhkan keamanan bagi para penggunanya. Kita ambil contoh ketika mereka membuka internet banking di warnet, tentu mereka tidak ingin pin mereka, saldo uang mereka, diketahui oleh orang lain.  Contoh berikutnya ketika orang yang membuka email pribadi, atau email perusahaan, mereka tidak menginginkan email mereka ikut terbaca oleh orang lain.

    Disini faktor keamanan menjadi sangat bernilai dan tidak sebanding dengan nilai biaya warnet yang ditawarkan oleh pengusaha warnet.

  • Orang Banyumas Tidak Punya Krama Inggil?
     Oleh Irawan
    wan.jpgPernah saya bertanya kepada seorang teman tentang penggunaan krama inggil atau bahasa Jawa halus orang orang Banyumas dan sekitarnya yang berbahasa ngapak ngapak terutama, ketika berbicara dengan orang yang lebih berumur. Jawaban teman saya waktu itu “Kayaknya ngga ada lho Wan, wong saya juga ngga pernah basa sama orang tua saya. Kalo basa malah rasanya wagu.” Pertanyaan saya diawali dengan perhatian saya pada teman teman ketika berbicara dengan orang yang lebih berumur dengan bahasa yang sama dengan ketika mereka berbicara dengan teman sendiri. Beberapa teman justru bilang: “Lah memang sudah adate kaya gitu ko, kasar.”
       
  • Purbalingga Film Festival, Blogspot
     Oleh: Bowo Leksono
    bowo_leksono.jpg
    Purbalingga Film Festival merupakan program tahunan Cinema Lovers Community (CLC) sebagai salah satu bentuk komitmen terhadap perkembangan film pendek di Indonesia. Festival ini pertama kali digelar pada Juli 2007 dengan nama Parade Film Purbalingga. Kemudian Purbalingga Film Festival mulai Mei 2008 dengan skala Nasional. Tahun ini, Purbalingga Film Festival kembali hadir di bulan Mei. Tepatnya; 21- 23 Mei 2009 di Hotel Kencana dan Rumah Makan Nony Purbalingga.
    Karya-karya film indie terbaik se-Indonesia yang telah dikurasi akan menyemarakkan festival ini. Kekuatan Purbalingga Film Festival 2009 tak hanya terletak pada pemutaran karya, namun juga menampilkan karya-karya yang tak kalah bergengsi dari komunitas-komunitas kecil film pendek se-Indonesia yang hadir di program non-Kompetisi.
  • Foto Lama Purwokerto

    Foto Lama Purwokerto.

                Barusan dikirimi foto lama Alun alun Purwokerto yang diambil sekitar tahun 1942 an. Penulis sangat kagum dengan kualitas, baik dalam hal komposisi maupun moment yang ditangkap di dalam foto foto ini. Jika memang foto foto ini masih ada aselinya diperkirakan bisa berharga jutaan rupiah dilihat dari sisi seni dan sejarahnya. Perhatikan saja foto Kebondalem dan Alun Alun Purwokerto yang nampak seperti foto kartu pos. Saya yakin ini diambil oleh seorang fotografer profesional (atau mungkin waktu jaman itu belum banyak yang memiliki kamera dengan kualitas cetak seperti itu). Sayangnya tidak diketahui siapa fotografernya. Goleti.com mencantumkan foto foto disini atas kebaikan dari teman yang kebetulan memiliki file ini dari teman yang lain juga. 


  • Mendoan Banyumas

    mendoan2.jpgMendoan menjadi makanan favorit ribuan orang terutama yang berasal dari daerah Banyumas dan sekitarnya. Saya sendiri salah satu penikmatnya apalagi dengan cengisnya. Hmm. Gorengan ini jugalah yang membentuk image Banyumas dari segi makanannya selain beberapa jajanan tradisional khasnya. Goleti.com menyediakan halaman 'Kuliner' untuk penikmat makanan daerah atau yang ingin memposting resep masakan atau profil rumah makan tradisional yang terkenal kualitasnya.  Kelihatannya mendoan sangat simple tapi tidak semua orang bisa menggoreng mendoan dengan rasa seperti yang diinginkan. Berikut adalah resep masakan Mendoan. Silahkan mencoba. 

     

     

      

  • Blog Bahasa Banyumasan bermutu!
    SEPI MAMRING
     Oleh: Fatur Rachman
      
    ayah.jpgLagi kepenak-kepenak ngrungokena perkutute manggung, demadakan ha-pe-ne si Kaki moni, thit-thut, thit-thut sing ateges ana sms mlebu. Si Kaki gageyan mbukak, sms sing detampa sekang nomer sing durung dikenal, onine (seuwise debanyumasaken) kaya kiye :“Kiye nggo Organda karo para supir angkutan umum, aja mung bisane nggresula sepi penumpang”. Kuwe mung sebagiyan sekang isi sms sing malur-malur, isine uneg-uneg sebab polahe Organda karo supir angkutan umum sing padha ora gelem ngedunaken tarif, sebab lagi sepi penumpang.
  • Ngapak, Medok dan Aksen

     Tulisan oleh : Irawan

     

    wan.jpgBagi orang yang tidak terbiasa dengan bahasa Ngapak, bahasa ini akan terdengar lebih cepat dan agak mbingungi untuk didengarkan serta terkesan lucu. Memang. Tapi ada rasa puas tersendiri ketika berbicara dengan menggunakan bahasa Banyumasan ini baik disadari atau tidak. Mungkin karena saya bukan aseli Banyumas, tapi sudah 21 tahun menggunakan bahasa ini, saya jadi punya perbandingan dan bisa melihat dari luar. Ketika pertama kali mendengarkan orang berbicara dengan bahasa ini pada umur 10 tahun, saya hampir tidak bisa mengikuti artinya dan sedikit sedikit bertanya artinya. Sekarang, dialek ini selalu menempel di lidah saya. Pada awalnya ibu saya sempat melarang menggunakan bahasa ini karena terkesan ndesani apalagi kalo berbicara pake kata ‘nyong-nyong’ yang kalo dilihat atau didengar oleh orang Jawa Tengah bagian Timur dibilang wong ndeso. Saya jadi mengerti kenapa Ibu saya ngendiko seperti itu setelah berbincang dengan tokoh budaya Banyumas Ahmad Tohari beberapa bulan yang lalu.

     

SmallMediumLarge
Home
Ngangsu - Imam Maskur (Wordpress)
Wednesday, 03 February 2010

Jamanku cilik, wong ulih banyu nggo adus, nggo nginum ora kaya siki sing nganggo pompa listrik sing latah diarani Sanyo. Gemiyen ngarah banyune sekang sumur cilik sing panggonane lewih dhuwur, istilahe ngeslang, soale nganggo sleng banyu. Sekang sumur mu disedot disit nang ngisore, nek wis mili terus disambung slang maning nganti tekan umahku. Lumayan adoh, kayane ana setengah kilo. Dadi banyune gari mili, dijorna bae nganti kimplah-kimplah luber. Paling angger ora mili gari di tiliki. Goleh niliki diurut kang ngisor, sapa ngerti ana sing pedhot apa pecah ketiban klapa utawa kayu. Nek mlebu mangsa ketiga, kudu sering di tiliki. Nek sumure banyune mudhun njur dijerokna maning slange. Nek sat ya dienteni isine maning ben bisa disedot. Tapi nek wis ketiga dawa ya sat temenan ora isi-isi. Nggolet banyune ya ngangsu, adus sisan nang pinggir sumur sing dadi panggonan adus umum.

Last Updated ( Thursday, 04 February 2010 )
Read more...
 
Purwokerto City Park, Apik apa Ora Dadine?
Monday, 01 February 2010

Winginane tahun baru jare kancaku sing teksih neng Purwokerto, anu kae sing jenenge mantan terminal lama jere arep digawe taman kot utawa City Park. Ngasi siki jere hurung rampung padahal nek dideleng deleng wong Purwokerto kuwe kayang mandan ngelak kepengin nduwe panggonan sing asik nggo jagongan karo keluarga. Nek nang Purbalinggahan tah ana macem macem, Owabong, Reptil, Taman Aquarium, trus jere ya Alun alune mandan enak nggo tongkrongan. Trus jere jere Purwokerto perkembangane kalah karo Purbalingga, padahal kotane lewih gede trus nduwe Universitas mbarang lan nduwe tapsiun kreta mbarang. Nyong ya dadi bertakon takon: mata tih?

  

 

Last Updated ( Monday, 01 February 2010 )
Read more...
 
Pemkab Purbalingga Kembali Berulah
Tuesday, 15 December 2009

Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali berulah. Pemkab seperti tak habis-habisnya menguji kesabaran para pecinta film yang tergabung dalam wadah Cinema Lovers Community (CLC). Kali ini, ulah dinas adalah terkait penyelenggaraan Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179. Sudah sejak even ini dihembuskan beberapa bulan silam, tanpa ada permintaan secara formal, dinas mengklaim akan memutar film-film pendek dari CLC

Tidak hanya itu, waktu, tempat dan materi film apa yang hendak diputar pun telah ditentukan sendiri oleh pihak dinas dan publikasi pun telah tersebar kemana-mana. Hanya beberapa kali saja dinas meminta secara lisan soal keterlibatan CLC dalam even gelar budaya tersebut. Dan kami selalu menjawab dengan meminta surat resmi soal keterlibatan itu. Namun pihak dinas tak pernah menggubrisnya.

Last Updated ( Thursday, 21 January 2010 )
Read more...
 
PUASA: BEDUG, MERCON LAN KOLEK MUNTHUL
Friday, 21 August 2009
30a_bedug.jpg Mulaih dina kiye puasa maning. Sing jenenge puasa tuli ora mung ngelih karo ngelak tok nggane. Tapi akeh ngibadaeh. Sing marekna seneng tuli suasanane sing dame lan spesial pisan. Nek dong jamane nyong mbiyen neng ndesa tah akeh suara mercon pas dong mercon urung dilarang ndean. Ngasi pada niat pisan nggawe mercon dewek tuku bubuk mercon seprapat kilo digawe mercon loro tok sing gedene se kaleng susu lan sumbune se dadung. Pas disumed, whalah suwarane ngasi neng bagdad krungu.  Ana kancaku mbiyen sing nggawe mercon nganggo bongkot pring dadi kaya meriam, mesiune karbit karo lenga latung, jenenge mercon bumbung. Senajan akeh sedulur sedulur sing macule adoh sekang ndesa ya suasanane esih mandan kemutan ndean.
 
F oto :kidemang.info (Jane arep tek isi gambar Kolek pisang karo muntul mbok pada pengin ngko puasane batal)
Last Updated ( Saturday, 22 August 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 1 - 4 of 16
 

gayatri.gif 

Outward  Klik spanduk lihat untuk detail!


Berita Terpopuler

Events 3

slide_events3.jpgAnu adem anu anget.  Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. Anu adem anu anget. 

Read more...

Domain gratis www.jenengerika.co.cc

Clothing

Advertisement

BangsariBlog

  Blogger Bangsari
 





iklan_buku.jpg

I love BMS

  ilovebms.jpg
 

  email: tom_blenk@yahoo.com 

Galeri Foto

    
    
    

Who's Online

Polling

Makanan Paling Enak